Pedagang daging sapi di Pasar Anom Sumenep saat melayani pembeli. foto: RAHMATULLAH/ BANGSAONLINE
SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Intruksi Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi, menurunkan harga jual daging sapi sebesar Rp 80 ribu per kilogram (kg) rupanya tidak dihiraukan di Kabupaten Sumenep. Terbukti, harga daging sapi di kabupaten paling timur Madura ini tembus Rp 130 ribu per kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, menuturkan kenaikan harga daging bermula sebelum awal puasa. Hal itu diakuinya sangat berbeda jauh dengan intruksi Jokowi yang menginginkan harga daging murah.
BACA JUGA:
- DKUPP Sumenep Sambut Baik Rencana Pembentukan Kopdes Merah Putih
- Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong Kesejahteraan UMKM Melalui Pembinaan dan Sejumlah Program
- Pemkab Sumenep Teken Kerja Sama Proyek APHT dengan PD Sumekar, Siap Operasikan Pabrik Rokok Terpadu
- Bupati Sumenep Terbitkan SE Penggunaan QR Code untuk BBM Subsidi, ini Kendaraan yang Wajib Daftar
“Sebenarnya intruksi Pak Presiden sangat diharapkan masyarakat. Tapi ternyata harga daging di pasar malah tinggi,” terangnya, Selasa (7/6).
Tingginya harga jual itu diketahui setelah instansi yang dipimpinnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk mengetahui dengan pasti harga daging. Dia mengaku terperanjat saat mengetahui harga daging justru berbeda jauh dengan intruksi Presiden.
Dia mengaku tidak dapat berbuat banyak menyikapi tingginya harga itu. Sebenarnya harga itu bisa ditekan dengan gencar dilakukan operasi pasar. Hanya saja hal itu hanya bisa berlaku untuk pasar besar, sebab operasi pasar dilakukan di pasar-pasar saja, bukan di wilayah kecamatan dan pelosok.
“Dan kenaikan harga daging ini diprediksi akan terus terjadi hingga menjelang hari raya idul fitri, karena permintaan akan semakin banyak,” tandas Syaiful. (mat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




