
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep siap mendukung pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di 70 ribu desa seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan, dan Pemeriksaan, DKUPP Sumenep, Hairil Iskandar, menilai program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut sangat bagus dan perlu disambut baik.
"Kami masih menunggu prosedur dan bentuknya seperti apa, dan tentunya ini juga merupakan upaya revitalisasi koperasi unit desa (KUD)," ujar Hairil kepada wartawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/3/2025).
Diketahui, Kodes Merah Putih merupakan program kolaborasi tiga kementerian, yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, dan Kementerian Koperasi.
Menurut Hairil, saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui DKUPP juga terus melakukan penguatan kelembagaan terhadap koperasi yang ada.
"Sebab, diakui, selama ini banyak koperasi yang 'hidup segan mati tak mau', sehingga diperlukan upaya untuk membantu menyiapkan koperasi yang benar-benar bisa dipercaya dan akuntabel," katanya.
Di sisi lain, justru semakin marak koperasi abal-abal yang bentuknya koperasi, namun sistemnya tidak. Mengingat, untuk mengelola koperasi ada regulasi yang harus benar-benar dijalankan untuk menyejahterakan anggotanya.
Hairil menilai, koperasi yang berdaya adalah koperasi yang bisa meraih keuntungan melalui usahanya, dan hasilnya kembali kepada anggotanya.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan bahwa DKUPP Sumenep pada 2024 lalu telah melaksanakan penilaian sampel kepada 43 koperasi dari sekira 1.500 ribu koperasi yang ada di Kabupaten Sumenep.
"Diketahui, ada tercatat sedikitnya 32 koperasi kategori sehat dan 12 koperasi kategori cukup sehat, sedangkan lainnya dalam pengawasan," pungkasnya. (aln/rev)