Tafsir Al-Nahl 81: Gunung Pendukung Dakwah dan Gunung Penyiksa

Tafsir Al-Nahl 81: Gunung Pendukung Dakwah dan Gunung Penyiksa Tugu Legetang, sebagai pengingat tewasnya 332 warga dan 19 orang tamu Desa Legetang akibat potongan Gunung Pengamun-amun (tampak di belakang tugu) yang jatuh menimpa Desa tersebut. Dari 351 orang yang tewas, hanya 1 jasad yang bisa dievakuasi. foto: ilustrasi/pintarin

Sedangkan makhluq berakal yang terlibat dalam peristiwa hijrah ini antara lain: Pertama, Abu Bakr al-Shiddiq yang setia menemani Nabi di dalam goa Tsaur. Kedua, Abdullah ibn Abi Bakr, anak baru gede putra Abu Bakr ini bertugas menjadi teliksandi yang memeta-matai pergerakan orang kafir. Pada siang hari dia membaur bersama mereka, tapi malam hari menyelinap pergi ke goa Tsur melaporkan kepada Nabi apa yang dia tahu.

Ketiga, Asma' bint Abi Bakr yang mengirim makanan ke goa secara sembunyi-sembunyi. Keempat, Amir ibn Fuhaira, budak laki-laki milik Abu Bakar yang bertugas mengembala kambing di sekitar goa. Di samping mengawasi, dia juga yang memasok susu segar yang perahkan langsung dari kambing kembalaannya teruntuk Nabi dan Abu Bakr. Kadang air susu itu dibuat menjadi "radlif", air susu yang dicemplungi batu panas sehingga baunya amisnya hilang, segar seperti dipanasi dengan api kecil.

Kelima, Abdullah ibn Uraiqidh, seorang Yahudi ahli jalan tikus menuju Madinah. Dia disewa oleh Abu Bakr dengan bayaran mahal hingga perjalanan menuju Madinah aman. Diriwayatkan, Ibn Uraiqidh akhirnya masuk islam setelah menyaksikan sendiri beberapa keistimewaan Nabi.

Kadang non muslim ada juga yang jujur dan mendukung dakwah islamiah. Tidak salah Nabi memilih ibn Uraiqidh ini karena beliau tahu kejujurannya dan terbukti. Andai dia mau berkhianat, pastilah mendapat uang yang sangat banyak jauh melebihi bayaran yang diterima dari Nabi. Cukup membocorkan rahasia perjalannya ke orang kafir, harta berlimpah pasti dia dapatkan.

Itulah gunung sebagai pengaman dan bermanfaat bagi dakwah islamiah. Di sisi lain gunung juga ada sebagai alat mengadzab orang-orang kafir dan durhaka. Gunung Uhud pernah akan diangkat oleh Malaikat Jibril A.S. dan hendak dijatuhkan ke orang-orang kafir yang menjahati Nabi, tapi Nabi tidak mengizinkan. Zaman Nabi Musa A.S. juga demikian, gunung Thur hendak dijatuhkan ke Bani Israel yang super bawel dan membandel.

Dan gunung Pengamun-amun di Banjarnegara Jawa Tengah pernah rompal bagian atasnya hingga membentuk kayak irisan tumpeng. Irisan itu dijatuhkan oleh Tuhan menimpa seluruh desa Legetan yang super makmur tapi setiap malam penduduknya pesta sek bebas. Kejadian medio April 1955 itu menewaskan lebih dari 300 orang termasuk mereka yang datang dari luar desa dan sedang mencari hiburan di situ. Sayang, bangsa negeri ini kurang perhatian, bahkan hampir hilang dari catatan sejarah, sehingga peringatan Tuhan yang mirip dengan azab yang ditimpakan pada kaum Luth dulu kurang mendapat perhatian serius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO