Suasana sebelum digelar Rapat KPPIP. foto: hms
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen mengawal penyelesaian proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan Pasuruan dan pembangunan kilang minyak di Tuban.
Komitmen itu dibuktikannya saat menghadiri Rapat Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, di Ruang Rapat Mahakam Lantai III Gedung Ali Wardhana Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jl Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta Pusat, Rabu (22/6).
BACA JUGA:
- Dapat Pendanaan Rp474 Miliar, ini Program Perumda Giri Tirta Gresik di Tahun 2022-2023
- Proyek Peremajaan Pipanisasi, Bupati Gus Yani Minta PDAM Giri Tirta Gandeng Pihak Ketiga
- Pembangunan SPAM Offtake Winongan, Solusi Kebutuhan Air Bersih Layak Konsumsi 3.046 Penduduk
- Dianggap Tak Serius Tangani Kekurangan Air Bersih, Ini Jawaban Bupati
Gubernur Jatim, Soekarwo, yang hadir dalam acara ini, menuturkan, proyek SPAM Umbulan ini sudah digagas sejak empat puluh tahun lalu, dan belum juga tuntas hingga saat ini. Padahal jika terealisasi, proyek ini dapat melayani kebutuhan air minum berkualitas bagi lebih dari 1,3 juta jiwa masyarakat Jatim, khususnya di Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Kota Surabaya.
Permasalahan terkait proyek ini dikarenakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemprov Jatim selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dan pemenang tender, yakni PT Medco Gas Indonesia dan PT Bangun Citra Kontraktor selaku investor, belum dapat dilakukan karena ada persyaratan yang belum dipenuhi.
Di antaranya adalah persetujuan DPRD Jatim atas rencana kerjasama antara Pemprov Jatim dengan pihak swasta. DPRD Jatim belum setuju terkait Detail Engineering Design (DED) proyek ini. Namun dari perkembangan terakhir, DPRD Jatim telah sepakat untuk menandatanganinya pada 30 Juni 2016 mendatang.
Masalah lainnya adalah DPRD Kab Pasuruan masih keberatan menyetujui pengeluaran dana awalnya sebesar Rp 350 miliar kini menjadi menjadi Rp 250 miliar dari APBD untuk pembangunan saluran distribusi air Umbulan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




