Penderita HIV/AIDS Diprediksi Naik Pasca Penutupan Balongcangkring, Dewan: KPA Wajib Kerja Keras

Perubahan status HIV ke AIDS ini, lanjut ia, lebih dipicu karena gaya hidup penderita. "Misalnya, karena perilaku tidak sehat atau seks menyimpang dan atau penggunaan obat-obat terlarang," cetusnya.

Indah mengakui, penutupan lokalisasi Balongcangkring berdampak terhadap pencegahan penularan penyakit ini. "Pustu (Puskesmas Pembantu) Cakar Ayam yang dulu buka setiap hari, sekarang seminggu dua kali. Padahal, pustu di ini menjadi pustu yang berada paling dekat dengan BC," tambahnya.

Sebagai pustu andalan, pihak Dinkes menempatikan sejumlah tenaga ahli yang melayani pengecekan darah dan konseling. "Tenaga ahli kami ditarik ke Puskesmas Mentikan, sedangkan kegiatan konsul di Cakar Ayam buka seminggu dua kali saja."

Diungkapkannya, untuk mengendalikan penyebaran HIV/AIDS pihaknya harus kerja ekstra. Yakni membuka loket Visite Voluntire Consuling di RSUD dan Puskesmas. Kegiatan ini, hanya menunggu konsultasi sukarela dari warga rawan AIDS.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Penderita HIV/AIDS Diprediksi Naik Pasca Penutupan Balongcangkring, Dewan: KPA Wajib Kerja Keras - Halaman 2