Bupati-Wabup Sambari-Qosim usai dilantik Gubernur Jatim, Februari lalu. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dikabarkan bimbang dalam menggulirkan mutasi gerbong jilid I pasca diizinkan menggulirkan mutasi pejabat oleh peraturan perundang-undangan.
Disinyalir ada beberapa faktor yang membuat Sambari bimbang. Di antaranya, kekuatan intervensi politik dan kepentingan para petinggi di Pemkab Gresik yang ingin menancapkan orang-orang (pejabatnya) di jabatan kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang strategis.
BACA JUGA:
- Kepala BKPSDM Gresik Sebut Belum Ada Perintah Mutasi Pejabat Struktural
- Sekda Gresik: Mutasi Pejabat Struktural Dijadwalkan Januari–Februari 2026
- Bupati Gresik Pastikan Tak Ada Mutasi Pejabat Tahun ini, Fokus Siapkan Manajemen Talenta ASN
- Ketua DPRD Gresik Minta Kekosongan Jabatan OPD Segera Diisi Pejabat Definitif
"Saya dengar awalnya Bupati berencana gulirkan mutasi gerbong I pada akhir September 2016 setelah penataan pejabat oleh tim Baperjakat (badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan) rampung," kata sumber terpercaya di lingkup Pemkab Gresik, Selasa (4/10).
Namun, lanjut sumber tersebut, mutasi gagal terwujud dan diundur pada minggu-minggu awal bulan Oktober. "Kelihatannya gak jadi lagi, karena masih terjadi tarik ulur kepentingan sangat dahsyat," ungkap sumber yang juga pejabat di lingkup Pemkab Gresik ini.
Sebelumnya, Sekda Pemkab Gresik Djoko Sulistio Hadi menyatakan, tim Baperjakat sudah rampung lakukan penataan pejabat untuk songsong mutasi gerbong I. Namun, mutasi tersebut masih menunggu perintah Bupati.
"Pada dasarnya penataan pejabat untuk persiapan mutasi gerbong I telah kami lakukan. Namun, waktunya kapan, kami masih menunggu perintah Pak Bupati," katanya kepada Bangsaonline.com, Kamis (22/9) lalu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




