Massa HMI di Jalan Botolempangan menggelar spanduk yang memblokir sebagian jalan, Selasa (8/11/2016).
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) merespons penangkapan sejumlah kader oleh kepolisian, Selasa (8/11) dini hari WIB. PB HMI memastikan perjuangan mengawal penistaan Alquran yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama tidak akan pernah berhenti. HMI justru menuding adalah sosok Ahok yang merupakan provokator.
Ketua PTKP PB HMI, Harianto Minda mengatakan, sebagai Organisasi Islam, Keberadaan HMI sebagai salah satu ujung tombak mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan tidak pernah surut dalam membela umat dan bangsa Indonesia.
BACA JUGA:
- MD KAHMI Sidoarjo 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Dukung Pembangunan
- Demo 'Reset Bangkalan' Ricuh hingga Mahasiswa Disemprot Water Cannon, Bupati Minta Maaf
- Musda II KAHMI Sidoarjo Pilih Presidium Baru, Siap Kawal Pembangunan Daerah
- Gus Qowim Hadiri Pelantikan Raya HMI Cabang Kediri 2025-2026 serta Simposium Kebangsaan dan Keumatan
"Begitu halnya, saat saudara Basuki Tjahaja Kusuma (Ahok) terindikasi melakukan penistaan pada Alquran, maka kader HMI dengan segala kesadarannya melakukan protes dan turun ke jalan sebagai bentuk tanggung jawab," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/11).
Menurutnya, menistakan Alquran adalah bukti nyata telah menghina Islam, tidak menghormati para Ulama dan Syuhada yang telah berjuang dan syahid.
"Olehnya itu, kami berani mengatakan bahwa saudara Ahok adalah provokator di Republik Indonesia. Keberadaan dengan mulut kotornya tidak mencerminkan sebagai pemimpin dan merusak tatanan Bangsa Indonesia," tegasnya.
Menurutnya, penistaan yang dilakukan oleh Ahok terhadap kitab suci Alquran tidak bisa ditoleransi meskipun telah meminta maaf. "Tentu sebagai umat Islam kita maafkan dia. Tapi proses hukum tetap harus ditegakkan," tegasnya.
Kecaman atas sikap kepolisian yang menangkapi para aktivis juga dilontarkan mahasiswa dan pemuda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




