Master plan kawasan religi di Gresik.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati-Wabup Gresik SQ (Sambari-Qosim) mulai mewujudkan janjinya membangun kawasan religi untuk mempertahankan citra Gresik sebagai kota santri dan kota wali.
Bupati Sambari, Rabu (7/12), mendatangkan konsultan PT. Tisaga untuk memaparkan desain kawasan religi. Mulai di Alun-Alun Gresik, Islamic Centre di Kecamatan Sidayu, Cerme dan Driyorejo.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Pada kegiatan itu, Bupati juga mengundang kalangan tokoh agama, budayawan dan sejumlah pejabat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait. Selain itu, anggota DPRD Gresik yang membidangi pembangunan tersebut juga diundang.
Mereka sengaja didatangkan untuk dimintai masukan soal salah satu pembangunan proyek mercusuar SQ jilid II.
Reban, anggota FPAN DPRD Gresik mengaku sangat mendukung pembangunan kawasan religi tersebut. Dia meminta agar kawasan religi yang berada di sekitar Masjid Jamik Gresik itu benar-benar bisa dikelola dengan baik.
"Kami minta agar air mancur di Alun-Alun nanti jangan dihidupkan saat waktunya salat, khususnya salat Jumat. Sebab, banyak anak-anak bermain di sana, sehingga mengganggu kekhusukan beribadah," pintanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




