Tinjau Kerusakan Jalan Pantura, Gus Ipul: PGN tak Profesional, Harus Dengarkan Protes Warga

Tinjau Kerusakan Jalan Pantura, Gus Ipul: PGN tak Profesional, Harus Dengarkan Protes Warga Wagub Jatim Saifullah Yusuf didampingi Bupati Sambari dan pejabat terkait saat melihat kerusakan jalan pantura. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kerusakan parah jalan Deandels di Kecamatan Manyar yang menghubungkan wilayah Pantura akhirnya menyita perhatian Pemprov Jatim. Kamis (5/1), Wagub Jatim Saifullah Yusuf melihat langsung kerusakan jalan tersebut.

Orang nomor 2 di Pemprov Jatim ini didampingi Bupati Sambari Halim Radianto beserta pejabat terkait di lingkup Pemkab Gresik.

Saifullah Yusuf atau yang akrab disebut Gus Ipul menyatakan bahwa pemasangan pipa gas PGN di sekitar jalan yang rusak dinilai tidak profesional. "Ini karena usai melakukan penggalian pipa gas, PGN tidak melakukan pengerasan," katanya.

Dia pun meminta agar PGN segera merespon protes masyarakat yang mengeluhkan kerusakan jalan Manyar-Sembayat yang salah satunya diakibatkan oleh pemasangan pipa gas PGN yang tidak profesional tersebut.

Sementara Bupati Sambari menyatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai cara, termasuk mengusulkan dan selalu berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) untuk perbaikan jalan rusak.

"Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sesuai dengan kewenangannya hanya bisa mengusulkan dan berkoordinasi dengan BBPJN dan mendorong pemerintah pusat untuk segera memperbaiki jalan Manyar-Sembayat. Terutama yang menjadi prioritas adalah jalan Manyar-Sembayat sejauh 7 km," kata Bupati.

"Karena pada dasarnya, jalan ini (Manyar-Sembayat) merupakan jalan nasional dan menjadi kewenangan pemerintah pusat serta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN)," sambungnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pusat agar jalan yang kondisinya rusak parah tersebut segera dicor.

"Kalau menurut perhitungan saya, jalan ini agar tidak diaspal lagi. Kalau bisa dicor, karena jalur ini nantinya akan dilewati lalu lalang kendaraan baik menuju Lamongan shorebase, JIIPE dan wilayah pantura lainnya. Kalau dibiarkan seperti ini, kerugian yang disebabkan karena rusaknya jalan Manyar-Sembayat ini bisa mencapai 7 miliar per hari," ungkapnya.

Bupati menambahkan, pihaknya sudah melakukan survei sepanjang Manyar, bahwa perbaikan yang harus dilakukan sejauh kurang lebih 30 km dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, yakni 1,1 triliun. "Anggarannya kisaran itu," pungkasnya.

Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono menambahkan bahwa hampir tiap hari jalan Manyar-Sembayat mengalami kemacetan, sehingga berdampak bagi masyarakat yang tiap hari melewati jalan tersebut.

"Salah satu upaya yang dilakukan pak Bupati beberapa waktu yang lalu adalah melakukan pemasangan portal menuju arah jembatan Sembayat untuk menghalau kendaraan-kendaraan yang bertonase besar. Sehingga kendaraan yang bertonase besar yang akan menuju ke Lamongan tersbeut dialihkan untuk melewati Duduksampeyan," katanya. (hud/rev)