Theo ketika digelandang polisi. foto: repro mirror.co.uk
LONDON, BANGSAONLINE.com – Sosok ABG negro bernama Theo (22), disiksa beberapa polisi Perancis, dengan cara duburnya dimasuki tongkat, di Aulnay-sous-Bois sebuah kawasan pinggiran utara timur dari Paris. Tak pelak, Theo pun mengalami pendarahan, dan akhirnya dirawat di rumah sakit.
Tanpa disadari, aksi brutal polisi ini terekam kamera, dan kemudian filmnya beredar di medsos. Tak pelak, akhirnya memicu kerusuhan di Paris.
BACA JUGA:
- Komentar Sejumlah Pemimpin Dunia Usai AS Bombardir Tiga Titik Pusat Nuklir Iran
- Destinasi Wisata Terpopuler di Jepang: Panduan Lengkap untuk Liburan Anda
- Mengapa Jupiter Punya Cincin, Sedangkan Bumi Tidak? Ini Penjelasannya
- Ratusan Wisudawan Universitas Harvard Walk Out, Protes 13 Mahasiswa Tak Lulus karena Bela Palestina
Kerusuhan rasis di Paris ini terjadi sejak tadi malam. Calon presiden dari partai Sosialis Benoit Hamon mengatakan: "Polisi mewakili republik. Pemerintah melindungi oknum itu. Ada kebutuhan mendesak untuk membangun kembali kepercayaan diri."
Sebuah demo direncanakan akan digelar. Dan demo ini punya potensi besar terjadi kerusuhan.
"Geng pemuda telah menyerang, dan properti banyak dibakar. Ketakutan demi ketakutan kian meningkat," demikian laporan yang terjadi di sekitar Paris.
Polisi tetap mengelak melakukan penganiayaan kepada Theo. Polisi berdalih bahwa cedera yang dialami Theo dikarenakan kecelakaan.
Sekadar informasi, diskriminasi di Paris memang sangat kentara. Wilayah pinggiran dihuni para warga miskin dan kumuh. Diskriminasi terjadi, di mana mereka kesulitan untuk mendapatkan akses pemdidikan dan pekerjaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




