Gus Ipul memakaikan masker kepada para pengguna jalan di Manyar. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Gus Ipul mengaku, Pemrov Jatim sudah berkali-kali mendapatkan keluhan dari warga soal kondisi jalan tersebut, baik via telepon maupun WhatsApp. "Mereka meminta agar jalan segera diperbaiki. Sebetulnya Pemprov Jatim bisa melakukan diskresi untuk membuat kebijakan perbaikan jalan dengan anggaran Pemprov Jatim. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena regulasinya belum ada. Jika kami paksakan memperbaiki sendiri maka kami khawatir akan ada temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), sebab jalan tersebut menjadi wewenang Kementrian Pekerjaan Umum," katanya.
Karena itu, kata Gus Ipul, pemerintah terus mendesak pihak berwenang segera melakukan perbaikan jalan tersebut. "Kasihan rakyat yang menjadi korban. Berapa kerugian yang diderita warga di sekitar kanan kiri jalan karena tidak bisa berjualan," paparnya.
Gus Ipul mengungkapkan Gubernur Jatim Soekarwo berkali-kali mengungkapkan kekecewaannya akibat lambannya perbaikan jalan Manyar tersebut. "Pak De Karwo sangat kecewa BBPJN, " tandasnya.
Gus Ipul sendiri saat sidak jalan tersebut menyempatkan tidak mengenakan masker. Dia mengaku nafasnya langsung sesak akibat menghirup debu. "Rasanya sesak menghirup debu," katanya.
Pada kesempatan sidak tersebut, Gus Ipul ikut berbaur dengan IPNU dan IPPNU Kabupaten Gresik yang kebetulan tengah melakukan misi sosial dengan membagi-bagikan masker kepada para pengguna jalan.
"Apa yang dilakukan teman-teman IPNU dan IPPNU ini adalah bentuk kritik terhadap kami, pemerintah. Tak apa-apa biar pemerintah tahu," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




