Dua tersangka pemerasan, Santoso dan Dedi Suwanto, saat diamankan di Mapolsek Cerme. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dua oknum wartawan mingguan terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) petugas Polsek Cerme, Selasa (14/3), sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka ditangkap saat melakukan dugaan pemerasan terhadap UPT (Unit Pelaksana Teknis) Disdik (Dinas Pendidikan) Kecamatan Cerme.
Kedua pelaku adalah, Santoso alias Jack (39), warga Dusun Banyu Urip RT3/RW5, Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik dan Dedi Suwanto (25), warga Desa Munggu RT3/RW1, Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik.
BACA JUGA:
- Bahagiakan Anak Yatim, KWG dan KPUG Ajak 200 Anak Belanja Baju Lebaran di Pasar Gresik
- HPN 2026, KWG Ziarah ke Makam Pendiri dan Wartawan Senior di Gresik
- Peringati HPN 2026, KWG Gelar Khatmil Quran, Tasyakuran dan Santuni Anak Yatim
- KWG Ikuti Lomba Perahu Dayung Tradisional Kapolres Cup 2025 di Desa Gredek
Pelaku Suwanto diketahui membawa ID Card Pers Harian Pagi Koran Memo sedangkan Dedi Santoso membawa ID Card Pers Jejak Kasus.
Dua ID card itu diamankan petugas sebagai BB (Barang Bukti). Selain ID card dari penangkapan kedua pelaku, petugask juga mengamankan itu berupa uang tunai Rp 2 juta dan 1 buah Hp Android merk Samsung.
Data yang didapatkan BANGSAONLINE.com menyebutkan, penangkapan bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat pelaku mendatangi UPT Disdik Cerme. Kedua pelaku langsung bertemu Kepala UPT, Dra Eko Diniati (55) dan meminta uang Rp 2 juta untuk menutup dugaan kasus jual beli LKS (lembar kerja siswa) SD.
Pelaku mengancam akan mempublikasikan kasus jual beli LKS di media tempat mereka bekerja, apabila korban tidak memberi uang yang diminta.
Kapolsek Cerme, AKP Tatak. S kepada wartawan menyatakan, bahwa pihaknya sudah lama mengincar kedua pelaku. "Mereka kerap dilaporkan masyarakat soal aksi dugaan pemerasan terhadap masyarakat, terutama kepala sekolah, UPT dan kepala desa," katanya.
Sebelum penangkapan, lanjut Tatak, pihaknya mendapatkan laporan dari beberapa kepala desa maupun kepala UPT yang ada di Cerme dan sekitarnya terkait aksi kedua pelaku yang diduga kerap melakukan dugaan pemerasan di wilayah hukum Polsek Cerme.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




