Angka Kematian Ibu Hamil di Jember Naik

Angka Kematian Ibu Hamil di Jember Naik

"Kami akan lebih rutin lagi untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil. Selain itu memperbanyak pelatihan, dan mengintensifkan koordinasi dengan rumah sakit," jelasnya.

Dari sejumlah faktor penyebab kematian ibu hamil tersebut, yang paling dominan atau sebagian besar karena mengalami pendarahan yang hebat. Pada saat masih dalam masa kehamilan, Dinkes memberikan tablet penambah darah melalui Puskesmas, atau pada saat pendampingan agar kondisinya tidak bertambah parah.

Selain itu, lanjut Sri, Dinkes juga mengerahkan ahli gizi untuk mendampingi ibu hamil dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan tambahan, agar kondisi ibu dan bayinya tetap terjaga dan sehat. "Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil ini bervariasi, kadang berupa susu atau biskuit."

Berdasarkan data yang dimiliki IBI Jember, angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2015 mencapai 32 kasus. Untuk tahun 2016 jumlahnya meningkat menjadi 33 kasus. Menurut Umiani, jika tren awal tahun ini terus berlanjut, maka angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2017 bakal melampaui tahun 2016.

Dia berharap, ada kebijakan dari Pemkab Jember untuk memberikan kemudahan dalam proses administrasi khususnya bagi ibu hamil dengan resiko tinggi yang berasal dari masyarakat tidak mampu. Sehingga kasus ibu meninggal saat melahirkan bisa ditekan.(jbr1/yud/rus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO