"Tiba-tiba portal itu ada di situ, tapi kita sebagai warga sama sekali tidak tahu jika akan ada portal di situ, " papar warga.
Meski begitu, ia mengaku tidak tahu secara pasti siapa yang menyiram oli ke dalam portal dan merusak fasilitas.
BACA JUGA:Nyepi di Kabupaten Blitar, Desa Pasirharjo Tiadakan Pengeras Suara dan Liburkan Kegiatan Masyarakat

Lanjutnya, warga juga menduga jika bagi hasil dari portal tersebut tidak jelas. Padahal sebelumnya warga sudah pernah meminta agar pihak Disparbudpor melakukan sosialisasi dan solusi agar warga dan petugas di portal tersebut bisa bekerja sama. Yakni, dengan mengajak warga bergantian menjaga portal. Namun hingga saat ini permintaan warga sama sekali tak digubris.
TAGS:Desa Blitar










