PAMEKASAN (bangsaonline) - Lantaran menyebut pesantren sebagai tempat yang rawan terjadinya pelanggaran Pemilu, dimana pernyataannya dimuat oleh media cetak dan elektronik. Ketua Panwaslu Kabupaten Pamekasan Zaini didemo oleh santri.
Santri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa dan Santri Banyuanyar (FKMSB) dan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) mendatangi kantor Panwasu Pamekasan yang terletak di Jl Trunojoyo.
BACA JUGA:
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
Mereka menuntut Ketua Panwaslu Zaini Pamekasan meminta maat atas pernyataannya.
Korlap aksi santri Azif Mawardi mengatakan, pernyataan Ketua Panwaslu Pamekasan ini tidak seharusnya dilontarkan."Pernyataan ini sangat provokatif, dan seolah-olah menuduh pesantren sebagai tempat pelanggaran Pemilu," kata Azif.
“Apalagi dalam pernyataannya menyebutkan nama pesantren yang melakukan kecurangan Pemilu, apa itu pantas diucapkan oleh seorang ketua Panwaslu,” teriaknya dalam aksi itu.
Azif menuturkan, pihaknya akan melakukan kajian terkait komentar ketua Panwaslu Pamekasan itu.”Jika nanti ada indikasi pencemaran nama baik, kami akan melaporkan kepada pihak kepolisian,” tegas Azif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




