GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito dan Dandim 0817 Letkol Kav. Widodo Pujianto mengadakan silaturahim dengan karyawan PT. Smelting korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sepihak di rumah makan Bu Mis, komplek perumahan Simpony, Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Sabtu (22/4/2017).
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal soal kondisi Kabupaten Gresik. Terlebih, soal Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) menjelang hari buruh sedunia atau yang biasa disebut May Day yang diperingati tiap 1 Mei.
Baca Juga: Ketua BPD Roomo Gresik Menang Praperadilan atas Status Tersangka Korupsi Dana CSR Beras
Kapolres dan Dandim mengajak agar para karyawan PT Smelting yang tergabung di FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) turut menjaga kondusivitas saat memperingati May Day, yakni dengan menggelar kegiatan positif.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh FSPMI untuk berkeluh kesah terkait kasus PHK sepihak 309 karyawan PT Smelting.
"Kami meminta Pak Kapolres dan Dandim membantu memfasilitasi menyelesaikan persoalan kami dengan manajemen PT Smelting," kata Wakil Ketua SP FSPMI Ali Rifai kepada BANGSAONLINE.com.
Baca Juga: Kajari Gresik Sebut Sisa Anggaran CSR dari Perusahaan di Desa Roomo Tembus Rp11 Miliar
"Baik Kapolres maupun Dandim berjanji akan membantu semampunya dalam menuntaskan perselisihan 309 karyawan Smelting dengan pihak manajemen," terang Ali Rifai.
Ali lebih jauh menyatakan, 309 karyawan PT.Smelting hingga saat ini terus berjuang untuk mencari keadilan agar mereka kembali bisa berkerja di PT. Smelting.
Dijelaskan Ali, bahwa pihaknya saat ini sudah melaporkan kasus tersebut ke berbagai pihak, di antaranya Disnakestrans Kabupaten Gresik, Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Kemenakertrans RI, hingga ke DPRD Gresik dan DPR RI.
Baca Juga: PT Smelting Raih Penghargaan Pembina Kemitraan Terbaik Bidang Penanaman Modal dari Pemkab Gresik
"Untuk di DPRD Gresik, saya dan sejumlah teman baru-baru ini dipanggil Pak Sudjono (Wakil Ketua) Komisi D dan Khoirul Huda (anggota)," katanya.
"Dalam waktu dekat Komisi D akan memanggil manajemen PT. Smelting untuk menuntaskan perselisihan perburuhan tersebut. Mudah-mudah dalam waktu dekat sudah klir," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News