Untuk MTs Negeri 3 madrasah diikuti 1.389 siswa, sedangkan MTs Swasta 2 madrasah diikuti 143 siswa. “Sementara yang ikut Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) sebanyak 17.969 siswa,” jelasnya.
Menurut Bu Mun, lembaga yang tidak bisa melaksanakan UNBK karena keterbatasan fasilitas. “Secara aturan memang dianjurkan melaksanakan UNBK. Tapi bagi yang sudah memenuhi fasilitasnya. Tapi, bagi yang belum memiliki fasilitas, seperti komputer dan akses internet memadai, tetap boleh melaksanakan UNKP,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Negeri Tambakberas, Moch Syuaib mengatakan, sebagai pelaksana UNBK, pihaknya sudah melakukan persiapan matang. Sebab sekolah tersebut tahun lalu juga sudah melaksanakan UNBK.
“Sejak bulan Oktober 2016 lalu kami sudah melakukan persiapan. Seperti melakukan tiga kali simulasi UNBK termasuk pembinaan kepada 682 siswa di laboratorium komputer,” ujarnya Syuaib.
Khusus antisipasi adanya serangan hacker (peretas), menurut Syuaib, MTsN Tambakberas menyiapkan tim IT (Information and Technology) berisi guru dan sejumlah tenaga yang kompeten dalam bidang IT.
“Kami menyiapkan tim. Ada guru yang kompeten dalam bidang ini (IT). Alhamdulillah sejak simulasi hingga pelaksaaan hari ini tidak ada kendala berarti yang kami hadapi,” tandasnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




