IPNU Sumenep aksi bakar bendera Israel, kecam kekerasan pada warga Palestina.foto:Ida Okvinita/BANGSAONLINE
SUMENEP (bangsaonline) - Puluhan aktivis yang tergabung dalam badan otonom (banom) NU yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep, Selasa (15/7) pagi, aksi turun jalan untuk mengecam serangan Israel ke Gaza, Palestina.
Sambil berorasi, para aktivis itu juga membawa poster bertuliskan "Freedom for Palestina"; "Hentikan Kekerasan di Palestina"; dan "Tentara Israel melanggar Hak Asasi Manusia".
BACA JUGA:
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Jelang Ramadan, Polisi Israel Tangkap Imam Masjidil Aqsha
- Dilepas Gubernur Khofifah, Ride for Palestine 2025 Bawa Pesan Kemanusiaan dari Surabaya ke Kemenlu
- HUT ke-80 RI, Baznas Terjunkan Bantuan Seberat 80 Ton ke Gaza Lewat Airdrop
Puas berorasi, mereka melakukan shalat ghaib di depan Masjid Agung Sumenep.
"Kita tahu bersama sudah 175 warga Palestina tewas atas serangan tentara Israel. Kami menyerukan kepada masyarakat untuk ikut andil minimal mendoakan mereka," kata Ketua IPNU Sumenep, Ubaidillah, Selasa (15/7).
Ia mengaku sengaja menggelar shalat ghaib bersama sebagai bentuk kepedulian guna mendoakan warga Palestina yang gugur dimedan perjuangan melawan kekejaman Israel.
"Semoga yang meninggal dimedan perjuangan itu menjadi mujahid. Kami hanya bisa memanjatkan doa bagi warga Palestina yang sudah gugur," terangnya.
Aksi IPNU Sumenep ini diakhiri dengan pembakaran Bendera Israel, yang disaksikan seluruh masyarakat setempat yang melintas di Jalan Trunojoyo, depan Taman Adipura, Kota Sumenep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




