Untuk memastikan alternatif itu tidak hanya muncul, tapi juga menjadi ortodoksi dominan, GP Ansor telah mengadopsi “Deklarasi tentang Islam untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam)”. Yang meringkas pandangan Ansor tentang masalah tersebut dan menyediakan “Peta Jalan Strategis”. Peta ini menguraikan elemen-elemen esensial jangka panjang dan terkordinasi.
Elemen-elemen kunci strategi ini meliputi identifikasi dan penangkalan ancaman, resolusi konflik, wacana teologis baru rekontekstualisasi ajaran islam untuk era modern, mengembangkan dan mengadopsi kurikulum pendidikan di seluruh dunia islam, serta gerakan akar rumput untuk membangun konsensus sosial dan kemauan politik untuk menyelesaikan konflik.
“Gerakan Pemuda Ansor akan menerbitkan “Peta Jalan Strategis” ini. Tujuan kami adalam mengemangkan sebuah jaringan internasional yang membawa pada munculnya gerakan global yang akan dipersembahkan pada kemakmuran umat manusia secara keseluruhan—dan untuk membina peradaban global yang sesungguhnya—yang diilhami oleh Humanitarian Islam, dalam hal ini Islam rahmatan li al-‘alamin, yang menjadi berkah bagi seluruh makhluk,” pungkas Gus Lutfi.
Sebelumnya, kegiatan ini diisi dengan tiga kali sesi dialog di dalam forum. Adapun pembicaranya diantaranya KH Yahya Cholil Staquf, Katib Am PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Kabir Helminski (Amerika), dan Yazid Bustomi (PP GP Ansor). Kemudian Syeikh Kabir Helminski (Kentucky USA).
Kemudian C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), Ash Shisty (India), James Dorney (Amerika Serikat), Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI, dan Muhaimin Iskandar (Ketum DPP PKB).
Adapun peserta kegiatan terdiri dari pengurus Ansor dari berbagai utusan kabupaten/kota seluruh Indonesia, akademisi, kiai muda, dan pengurus NU. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




