Tujuh Jenazah Terduga Teroris di Surabaya Dimakamkan di Sidoarjo

Tujuh Jenazah Terduga Teroris di Surabaya Dimakamkan di Sidoarjo

"Saya pagi tadi sekitar pukul 6 pagi menghubungi pihak Polresta. Karena sebelumnya saya menaruh curiga ada kegiatan di dalam makam. Ternyata pihak Polresta Sidoarjo sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati dan sekaligus menyampaikan perihal 7 jenazah yang akan dimakamkan di sini," paparnya saat di lokasi pemakaman.

Prosesi pemakaman 7 jenazah tersebut tergolong cepat. Hanya memerlukan waktu 30 menit untuk menguburkan 7 jenazah terduga teroris bom Surabaya itu. Yakni, tiba pukul 09.10 WIB dan prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 09.40 WIB.

Sekitar 40 orang dilibatkan dalam prosesi tersebut. "Di antaranya, dari pihak pemkot Surabaya, Tagana, dan Dinas Sosial Sidoarjo," tambah Wiyono.

Seluruh jenazah dikubur sekaligus beserta peti jenazah berwarna putih. "Total ada 3 liang lahat untuk 7 jenazah terduga teroris bom Surabaya," pungkas Wiyono.

Sekedar diketahui, sebelumnya, di tempat tersebut juga telah dilakukan pemakaman 3 jenazah terduga teroris pada hari Jumat, (18/05) lalu. Tiga jenazah tersebut adalah satu keluarga yang meninggal dalam peristiwa ledakan bom rakitan di kamar No. 2 lantai 5 blok B, Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo pada Minggu (13/5) lalu.

Mereka adalah Anton Ferdiantono, Sari Puspitarini (istri Anton), dan Hilya Aulia Rachman (anak tertua). Anton terpaksa ditembak mati oleh anggota densus 88 anti teror mabes polri. Dirinya terlihat membahayakan. Ditangannya, terlihat membawa switcher bom rakitan yang siap diledakkan. Untuk istri dan anak perempuannya, dinyatakan meninggal atas peristiwa ledakan pertama bom rakitan dilokasi yang sama. (cat/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO