Ratusan massa relawan Jokowi menggelar aksi teatrikal dengan membawa keranda jenazah di kantor PT PJB. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE
Sekretaris Jenderal Laskar Rakyat Jokowi yang juga hadir dalam aksi itu, Ridwan Hanafi, mengatakan bahwa aksi digelar karena menilai bahwa program 35 ribu megawatt yang dicanangkan pemerintahan Jokowi tidak berjalan optimal. Padahal sejatinya program tersebut bisa mencukupi kebutuhan listrik di tanah air, khususnya di pulau Jawa dan Bali.
"Sejak dicanangkan baru 17 ribu megawatt yang siap operasi. Kami minta direksi PJB mengoptimalkan program 35 ribu megawatt," imbuhnya.
PJB sendiri, lanjut Ridwan, merupakan perwakilan PLN yang mengurusi masalah listrik besar. Dari 35 ribu megawatt, PJB mendapatkan kuota sekira 25 ribu megawatt.
"Tender proyek ini melibatkan negara-negara luar, ada Korea Selatan, China, Prancis. Tendernya belum selesai dan ini yang perlu jadi perhatian. Harus dipilih yang terbaik agar program memenuhi kebutuhan listrik bisa tercapai," pungkasnya.
Aspirasi Laskar Relawan Jokowi Jawa Timur itu diterima oleh Sekretaris Perusahaan PT. PJB, Muhammad Baldan. Baldan berjanji meneruskan aspirasi massa tersebut kepada pihak direksi. Puluhan polisi dari Polsek Gayungan dan Polrestabes Surabaya mengawal aksi hingga berakhir dengan damai. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




