Pagelaran ketoprak dengan lakon‘Pangeran Sentiko’ dimainkan oleh seniman Kota Madiun.
‘’Ketoprak bukan hanya hiburan. Tetapi juga pengingat sejarah sebagai pembelajaran bagi semua,’’ ujarnya.
Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyebut Ketoprak bukan sekadar seni seperti drama di televisi. Pagelaran merupakan suatu wujud inovasi dan kreativitas. Pemerintah Kota Madiun melalui stakeholder terkait memfasilitasi kreativitas tersebut agar dapat dinikmati.
‘’Pagelaran ketoprak bukan saja sebagai tontonan. Tetapi harus disimak dengan sungguh-sungguh karena mengandung pitutur luhur yang merupakan fakta dan bukti kehidupan masa dahulu dan bagian dari masa sekarang,’’ tuturnya.
Banyak kegiatan seni-budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Madiun. Selain Ketoprak, pagelaran Wayang Orang juga bakal tersaji, Senin (23/7/2018) malam ini. Pagelaran wayang bakal berlangsung di lapangan Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo. Sementara di Kecamatan Kartoharjo tepatnya di lapangan Kanigoro bakal dilaksanakan theater seni tradisi, Selasa (24/7/2018).
Pemkot juga masih memiliki sejumlah agenda kegiatan lain. Di antaranya, festival seni pencak silat di Gor Wilis pada 25 sampai 27 Juli nanti. Festival ini bakal diikuti 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Puncaknya, Pemkot bakal menggelar seni wayang kulit dengan lima dalang dan 100 waranggono serta wirasworo di Alun-alun, Sabtu (28/7/2018) mendatang. (hen/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




