Aksi Franco saat memegang topeng ganongan. Foto: HENDRO SUHARTONO/ BANGSAONLINE
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Di tengah pesatnya perkembangan era digital dan serbuan gadget, sekumpulan anak dari Lingkungan Jambe Wangen Jalan Kaswari Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, tetap berupaya mempertahankan budaya lokal.
Mereka secara asik memainkan hiburan rakyat penggalan dari Reog Ponorogo yang biasa ganongan oleh masyarakat setempat.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Madiun Serahkan Rekomendasi LKPj 2025 ke Plt Walkot
- Plt Wali Kota Madiun Apresiasi Hiburan dan Ucapan Idulfitri dari Paguyupan Gotong Royong Barito Jaya
- Sambut Para Pemudik, Plt Wali Kota Madiun Gowes Keliling Kota Sambil Cek Fasum
- DPRD Kota Madiun Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Nota Penjelasan Atas 3 Raperda Inisiatif
Saat ditemui BANGSAONLINE.com, Franco Kaihan Hitta Pramatya, salah satu pemain, mengaku lebih tertarik memainkan ganongan dari pada bermain gadget.
"Enak dolanan ngeneki pak, iso rame, terus iso guyon langsung karo kancane (enak bermain begini, Pak, bisa ramai, terus bisa bersendau gurau secara langsung dengan teman-teman)," jelas Franco, bocah yang masih duduk di kelas 5 SD Singosari ini, Sabtu (22/7/2023) malam.

Untuk pemainnya, ada sekira 20 anak. Mereka bergantian memainkan musik maupun berjoget untuk memainkan karakter.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




