Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin saat memukul beduk sebagai tanda transformasi STAIN menjadi IAIN Kediri.
“Sebagai salah satu lembaga pendidikan di Kota Kediri, STAIN yang saat ini bertransformasi menjadi IAIN Kediri turut berperan serta menaikkan taraf pendidikan masyarakat. Sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri tahun 2017 bisa meningkat mencapai 77,13 dibanding tahun 2016 yang hanya 76,33. Pencapaian ini juga melebihi persentanse IPM Provinsi Jatim yang hanya 70,27 dan IPM Nasional yang hanya 70,81,” terang Ning Lik.
Lebih lanjut, Ning Lik mengajak civitas akademika IAIN Kediri untuk bekerja bersama membangun Kota Kediri. Terutama di bidang pendidikan dan bidang sosial. Ning Lik optimis, dengan kerja bersama dalam harmoni, Kota Kediri ke depan akan jauh lebih berdaya saing. Baik di bidang pendidikan, perdagangan maupun di bidang jasa.
Acara yang baru selesai petang hari ini, juga menampilkan group nasyid dari MAN 2 Kota Kediri "ALfa Voice" yang pada bulan Juni kemarin berhasil menjadi juara dalam kompetisi berskala nasional bertajuk Syiar Anak Negeri.
Penutupan acara ditandai dengan pemukulan beduk sekaligus penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin sebagai simbol bahwa kampus STAIN Kediri telah resmi menjadi IAIN Kediri.
Turut hadir dalam acara ini jajaran pejabat eselon 2 Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim, Syamsul Bahri, Rektor IAIN Kediri, Nur Chamid, segenap Rektor PTKIN se-Indonesia, kepala MA dan MTS se-Mataraman, tokoh agama Kota Kediri, dan segenap civitas akademika IAIN Kediri. (rif/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




