NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pendaftaran Calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang telah dibuka secara resmi ternyata banyak peminatnya. Hal tersebut nampak dalam data tim verifikator yang ada di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kab. Ngawi.
Dari informasi yang didapat dari BKPP ternyata peminat CPNS dari wilayah Ngawi hingga hari Selasa (09/10) semakin bertambah. Namun, dari dua ribu lebih pendaftar CPNS banyak yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan kuota untuk Kab Ngawi empat ratusan CPNS.
BACA JUGA:
- Rekrutmen PPPK dan CPNS Segera Dibuka, Sekda Sumenep Imbau Masyarakat Tak Percaya Buyuk Rayu Calo
- 18.537 Warga Jatim Daftar CPNS Kemenkumham Formasi Penjaga Tahanan, Berikut Rincian Persaingannya
- Rekrutmen CPNS dan PPPK 2023, Menpan RB Paparkan Formasi yang Dibuka
- Seleksi CPNS 2021, Sekda Tuban: Jangan Tergiur Tawaran Kelulusan dari Pihak Mana pun
Dari pendaftar yang telah memasukkan persyaratannya secara administrasi hampir 25 persen gagal atau tidak lolos seleksi administrasi.
"Sebenarnya banyak yang menjadi penyebab tidak lulusnya seleksi administrasi, termasuk IPK (indeks prestasi kumulatif) di bawah ketentuan yang ada," jelas Yulianto Kusprasetyo Kepala BKPP Kab. Ngawi.
Termasuk IPK yang di bawah 2,75 dan juga ada yang hanya melampirkan rekap nilai saja, menurut keterangan Yulianto Kusprasetyo.
Sedangkan penyebab lain termasuk bukti akreditasi program studi (prodi) almamater pendaftar. Hal tersebut berkaitan dengan persyaratan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengenai akreditasi prodi itu sebelum pendaftar lulus. Misalnya pelamar lulus tahun 2014, tapi akreditasi prodinya tahun 2016.






