Kurang Sosialisasi, Masih Banyak yang Langgar Arus

TUBAN (bangsaonline) - Tahap sosialisasi perubahan arus jalan di Tuban yang telah dimulai pada 18 September lalu perlu diperpanjang. Pasalnya, banyak pengguna jalan yang kurang tahu dengan perubahan jalur tersebut. 

Pantauan di lapangan, sebagian jalan yang tidak boleh dilalui dipasang banner pengumuman yang berisikan larangan melintas. Ada juga yang jaga di sejumlah titik ruas jalan yang dilarang dilewati. Namun hingga sampai saat ini masih banyak para pengendara yang tidak tahu.

"Tadi sempat melanggar karena gak tau kalau jalan itu satu arah untuk mobil, selain itu juga tidak ada yang jaga,” ujar Yasin (28) salah satu sopir yang mengaku rumahnya Kecamatan Jatirogo itu saat ditemui, Senin (22/9/2014).

Menurutnya, sosialisasi perubahan arus jalan tersebut perlu diperpanjang, karena masyarakat di Tuban sebagian besar belum banyak yang tahu. Ia pun meminta pada pemkab dan polres Tuban untuk menunda perubahan tersebut. "Perubahan ini kalau perlu diumumkan lewat media juga, biar banyak yang tahu,” tambahnya.

Sementara itu, menanggapi sosialisasi perubahan jalan di Tuban, Sujono Ali, salah satu pengacara di Tuban menilai bahwa sosialisasi perubahan jalan tersebut terlalu minim waktunya.
"Sosialisasi yang hanya satu bulan itu, terlalu minim waktunya,” kata Sujono.

Dikatakan Sujuno, bahwa sosialisasi yang berlangsung ini juga mendekati hari raya Idul Adha, karena dipastikan banyak pemudik berdatangan ke Tuban. Selain itu, Tuban yang merupakan kota industri tentu banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Sehingga sosialisasi layaknya diperpanjang. "Layaknya diperpanjang minimal dua bulan tahap sosialisasi perubahan jalan di Tuban,” jelas Sujono.