Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA saat memberikan taushiyah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lapangan Mulyorejo Surabaya, Ahad (1/12/2018). foto: bangsaonline.com
(Em Mas'ud Adnan bersama Uminadiroh (nomor dua dari kanan) di tengah para pengurus Muslimat NU dapil 3 Kota Surabaya pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Mulyorejo Surabaya. Foto: bangsaonline.com)
Kiai Asep antusias memenangkan caleg PPP karena 3 alasan. Pertama, agar DPR dari PPP yang direkom tidak korupsi. “Anggota DPR korupsi itu kan karena waktu jadi caleg biayanya hutang. Masak kalau sudah saya bantu biaya APK dan sebagainya masih korupsi,” kata Kiai Asep.
Kedua, karena alasan syariat agama. Menurut dia, nyoblos calon anggota DPR yang diperkirakan korupsi jelas berdosa. Karena itu ia menampilkan caleg alternatif kader NU dan Muslimat NU yang dijamin tidak korupsi. “Orang seperti Pak Em Mas’ud Adnan tak mungkin korupsi,” kata Kiai Asep.
Ketiga, untuk menghilangkan golput. “Golput itu berdosa karena tidak bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pemeritah dan negara NKRI. Tapi mereka golput tak bisa disalahkan karena mereka merasa tak punya pilihan. Mau milih takut calegnya korupsi,” kata Kiai Asep.
Karena itu Kiai Asep menampilkan caleg PPP yang amanah sehingga mereka yang selama ini golput punya pilihan dan tak golput lagi.
Kiai Asep juga menegaskaan bahwa dirinya adalah pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Surabaya. “Saya satu-satunya pendiri PKB di Surabaya yang masih hidup,” katanya. “Dulu saya mendirikan PKB bersama Kiai Mas Muhammad Nur Branjangan, tapi beliau sudah wafat,” katanya.
Tapi kenapa sekarang pindah ke PPP? “Kerena PPP mengusung Bu Khofifah pada pilgub, sedang PKB tidak,” katanya. Selain itu, tegas Kiai Asep, karena PPP adalah partai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Kini, tegas Kiai Asep, ia merasa bertanggungjawab terhadap kepemimpinan Khofifah sebagai gubernur. “Karena itu saya harus mengawal kepemimpinan ibu Khofifah sebagai gubernur. Caranya ya dari PPP harus banyak kader NU dan Muslimat NU jadi anggota DPR terutama DPRD Jawa Timur. Pak Em Mas’ud Adnan itu nanti tugasnya di antaranya mengawal program-program ibu Khofifah yang sudah dinanti-nantikan oleh masyarakat Jawa Timur yaitu untuk menciptakan masyarakat adil, makmur dan sejahtera,” tegasnya.
KESAKSIAN 4 PENDETA
Sebelum ceramah politik Kiai Asep menyampaikan sejarah Nabi Muhammad SAW untuk memperingati Maulid Rasulullah SAW. Menurut dia, sejak belum lahir Nabi Muhammad sudah diramal oleh empat pendeta besar bahwa putra Abdullah dan Siti Aminah itu akan jadi nabi akhir jaman yang akan mengganti syariat sebelumnya. Para pendeta itu adalah Sayif bin Biyazin al-Khimyar, Bukhaira, Nastor dan Waraqah Bin Naufal. Empat ahli ahli Injil dan Taurat itu mempelajari kitab Injil dan Taurat dan menemukan ciri-ciri Muhammad sejak usia 6 tahun yang bakal menjadi nabi.
“Di meripat Nabi Muhammad ada bintik merah kecil yang bukan penyakit dan di antara dua pundaknya terdapat stempel khotamunnubuwah sebesar telur,” kata Kiai Asep.
Jadi, tegas Kiai Asep, sebenarnya pada para pendeta itu sudah tahu kalau Muhammad itu adalah nabi akhir jaman. “Tapi orang menjadi Islam itu kan karena hidayah dari Allah. Seandainya semua dapat hidayah pasti semua memeluk Islam,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




