KOORDINASI: Bupati H Saiful Ilah saat hadiri Rapat Koordinasi Program PTSL yang digelar BPN Sidoarjo, Kamis (3/1). Foto: Ist
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 50 ribu bidang tanah di Sidoarjo bakal bersertipikat pada tahun 2019 ini. Itu bakal diwujudkan melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Program ini mulai disosialisasikan dalam Rakor Program PTSL yang digelar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo, di Aula Delta Graha Pemkab Sidoarjo, Kamis (3/1).
BACA JUGA:
- Kantah Kota Pasuruan Awali Koordinasi PTSL 2026 di 12 Kelurahan
- Kantah Kabupaten Probolinggo Lantik Panitia PTSL 2026, Target 7.000 Bidang Tanah
- Khofifah Bersama Menteri ATRBPN Serahkan 2.532 Sertifikat Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah Jatim
- Kantah Kota Pasuruan Serahkan 31 Sertifikat Elektronik PTSL ke Warga Pohjentrek
Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah meminta aparatur desa membantu proses pendaftaran sertipikat tanah warganya. Ia menghimbau kepada Pemerintah Desa untuk tidak menarik biaya di luar ketentuan hukum yang berlaku.
Hal tersebut untuk menghindari masalah hukum yang dapat menjerat aparat desa terkait program tersebut. Kata Bupati, biaya mengurus sertipikat tanah melalui Program PTSL sebesar Rp 300 ribu.
Namun warga hanya membayar separuhnya atau Rp 150 ribu. Separuhnya lagi ditanggung Pemkab Sidoarjo. Ia katakan biaya tersebut sebagai pengganti patok tanah dan materai serta lainnya dalam proses pendaftaran sertipikat tanah.
Kepala BPN Sidoarjo Humaidi mengatakan tahun ini Kabupaten Sidoarjo mendapatkan alokasi anggaran PTSL sebanyak 50 ribu bidang tanah. Jumlah tersebut diharapkannya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Sidoarjo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




