Senin, 08 Maret 2021 13:27

Pesisir Selatan Blitar Tak Masuk Program Pemasangan Alat Deteksi Tsunami

Jumat, 04 Januari 2019 14:30 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Pesisir Selatan Blitar Tak Masuk Program Pemasangan Alat Deteksi Tsunami
Heru Irawan, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Meski memiliki garis pantai yang cukup panjang, Kabupaten Blitar ternyata tidak masuk dalam program pemasangan 20 alat pendeteksi tsunami oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini diungkapkan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Heru Irawan.

Menurut Heru, kepastian ini diperoleh usai diundang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) beberapa pekan lalu. Pertemuan ini terkait persiapan pemasangan 20 alat pendeteksi tsunami.

"Pada pertemuan itu dijelaskan, akan ada 20 alat pendeteksi tsunami yang akan dipasang. Namun tidak satu pun yang akan dipasang di wilayah pesisir selatan Kabupaten Blitar," jelas Heru Irawan, Jumat (4/1/2019).

Heru menambahkan, pemasangan 20 alat pendeteksi tsunami dipasang lurus dengan daerah Bantul. Sementara arah ke timur, dipasang lurus dengan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kalau di sebelah selatan paling dekat dengan Blitar adalah lurus dengan daerah Bantul. Kalau yang ke timur itu di NTB. Memang jaraknya jauh karen jumlahnya cuma 20. Itupun program pemerintah pusat ya, kami hanya diberi informasi saja," paparnya.

Meski tidak memiliki alat pendeteksi tsunami, pihaknya meminta masyarakat tidak khawatir dan terpancing isu terkait bencana alam yang belum tentu kebenarannya. Namun, dengan beberapa kejadian tsunami yang melanda Indonesia tahun 2018, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada. Utamanya warg yang sehari-hari beraktivitas di sekitar pesisir pantai Selatan. Seperti wisatawan, nelayan, dan para pedagang.

"Imbauan kami tetap jangan terpancing isu. Namun juga harus tetap waspada karena kita tidak tau datangnya bencana," pungkasnya. (ina/dur)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 08 Maret 2021 05:25 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Politik dan bisnis sama kejam. Itulah persepsi yang berkembang. Tapi Elon Musk – pemilik Tesla - orang terkaya nomor 1 di dunia - dan Jim Farley – pemilik Ford – tak saling kudeta. Justru saling respek.Padahal mer...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...