Para anggota FPI dan polisi di lokasi rusuh. Foto: merdeka.com
JAKARTA(BangsaOnline) Aksi Front Pembela Islam (FPI) dan
Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Gedung DPRD Jakarta untuk menolak
Basuki Tjahja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir ricuh.
Seorang polisi harus dibawa ke ruang kesehatan di Balaikota terkena lemparan
batu. Sementara itu, puluhan aparat lainnya yang juga terkena lemparan baru
belum sempat dievakuasi.
Dede Miftah, salah seorang polisi yang terkena lemparan batu mengaku kaget
dengan kejadian itu. Karena ternyata FPI dan FBR menyerang secara tiba-tiba dan
membabi buta. Dua ormas ini tiba-tiba menyerang bagian belakang gedung DPRD DKI
Jakarta usai shalat Jumat.
"Pas sudah rusuh langsung ada batu. Belum sempat ambil tameng langsung
dihantam batu saya," ujar Dede Miftah (Jumat, 3/10).Sebanyak 7 polisi
terluka dalam insiden tersebut.
Ketua FPI DKI Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon, mengaku tidak
mengetahui adanya bentrokan di DPRD DKI Jakarta. Dia pun mengaku sedang sibuk
berdagang hewan kurban.
"Ane enggak tahu belum dapat laporan. Sekarang ane lagi dagang kambing
nih," kata Habib Selon saat dihubungi Okezone,
Jumat (3/10/2014).
BACA JUGA:
- Bentrok PWI-LS-FPI, Wakil Rais Aam PBNU: Anggap Kelompoknya Suci, Kelompok Lain Najis
- Merasa Dipersulit Urus Izin, Seniman di Pamekasan Tuding Polisi Takut FPI, Begini Kata Wakapolres
- Politikus PDI Perjuangan Ungkap Alasan Ahok Layak Maju di Pilgub Sumut 2024
- Viral Ahok Bilang Jokowi dan Gibran Tak Bisa Kerja, PAN pun Bereaksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




