SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sistem penanaman bawang merah yang cepat dan sehat tanpa penggunaan bahan kimia telah dicapai para petani di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Mereka telah berhasil membudidayakan tanaman Bawang Merah dengan cara modern di area lahan seluas 1 hektare tanpa menggunakan pupuk kimia.
Keberhasilan para petani bawang merah itu mendapatkan apresiasi dari Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Bersama Wakil Bupati Marhaen Jumadi, Bupati Novi melakukan panen perdana bawang merah organik di lahan milik Puji Santoso, Jumat (28/6).
BACA JUGA:
- Unik, Terong Bakar Sambal Kemiri dan Kencur, Jos...Maknyus Penuh Manfaat
- Perubahan Harga Pangan Jabar 5 Mei 2025, Cabai Merah dan Rawit Turun Drastis
- Perubahan Harga Sembako Jateng Hari Ini, Cabai Rawit Hijauh dan Bawang Merah Naik
- Bahan Pokok di Jabar Mulai Naik, Simak Harga Terbaru Hari ini 25 Maret 2025
Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pertanian berharap, keberhasilan yang telah dicapai petani di Desa Pandean ini nantinya bisa menjadi percontohan bagi petani bawang merah lainnya.
"Keberhasilan dalam menciptakan pertanian yang modern perlu mendapatkan apresiasi dan perhatian. Ini merupakan bentuk inovatif yang perlu ditingkatkan dalam mempertahankan Kabupaten Nganjuk sebagai sentra Bawang Merah terbaik. Saya akan suport atas keberhasilan Puji Santoso, agar bisa menjadikan pioner bawang merah organik," kata Novi.
Ia mengungkapkan, saat ini masyarakat modern yang ada di kota menaruh minat besar pada komoditi pertanian berbasis organik. "Oleh karena itu, para petani harus mampu memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraannya, yakni dengan menerapkan budidaya pertanian modern, dengan penerapan teknologi bercocok tanam sistem organik. Saya anggap ini pencapaian luar biasa dengan luasan lahan 1 hektar bisa panen mencapai 14 ton," ucapnya. (bam/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




