Kepala Dispendik Kota Surabaya Iksan saat memberikan semangat kepada siswa-siswi SD Don Bosco, Jalan Tidar, Kamis (03/10/19).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Sekolah Kebangsaan. Agenda tahunan yang sudah berlangsung ke-8 ini, berlangsung di SD Don Bosco, Jalan Tidar, Kamis (03/10/19).
Hal ini dilakukan untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November mendatang serta demi menumbuhkan jiwa patriotisme pada generasi muda, khususnya para pelajar di Surabaya.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Setidaknya ada dua ribu pelajar SD dan SMP Surabaya, hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan itu dimulai dengan adegan teatrikal yang diikuti sejumlah siswa sebagai pembuka kegiatan Sekolah Kebangsaan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti bercerita tentang perjuangan arek-arek Suroboyo saat melawan penjajah. Kala itu, mereka hanya berbekal bambu runcing, namun mampu merebut kemerdekaan dari tangan penjajah
“Anak-anak, nenek kakek kita dahulu melawan para penjajah itu hanya bisa menggunakan senjata bamboo runcing dan pahlawan kita berhasil, mereka menang, kata Antiek di awal sambutannya.
Ia menjelaskan, meskipun pada waktu itu para pejuang memiliki keterbatasan senjata, tapi semangat mereka tidak pernah surut. Kekompakan dan keberanian menjadi modal utama arek-arek Suroboyo.
"Ayo, bersama-sama menjaga kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kita, apalagi saat ini fasilitas sudah memadahi," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




