Pelantikan pejabat Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (20/11). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
Cak Nur menambahkan, dirinya sempat menanyakan rencana mutasi itu ke sekretaris Baperjakat Ridlo Prasetyo. Bahkan memberi kesempatan Ridlo bertemu dirinya di rumah dinas wabup, sehari sebelum acara pelantikan terkait rencana mutasi. Namun ternyata Ridlo tidak datang.
Cak Nur pun menilai, tindakan Baperjakat itu sesuatu yang tidak elok dan tidak etis. Karena itu wabup menegaskan, ketidakhadirannya di pelantikan, semata untuk mengingatkan Baperjakat agar introspeksi.
Dikonfirmasi soal tersebut, usai pelantikan pejabat, Bupati Saiful Ilah menyatakan wabup sudah diundang rapat mutasi, tetapi tidak bisa datang karena ada acara. "Pak wabup itu sekarang banyak acara. Sudah diundang, tapi gak bisa datang," cetus Saiful Ilah.
Penegasan serupa juga disampaikan Ketua Tim Baperjakat yang juga Sekda Sidoarjo, Ahmad Zaini. "Pak Wabup waktu itu barengan dengan kegiatan lain. Tanyakan ke ajudannya, mas Ridlo (Sekretaris Baperjakat) sudah mengundang," tegas Zaini.
Dijelaskan Zaini, usulan mutasi itu sudah direncanakan jauh hari. Sebab banyak pejabat yang pensiun. Selain itu, kekosongan pejabat yang terjadi juga akibat rotasi sebelumnya, sehingga menganggu kinerja dari OPD.
"Makanya kami ingin ada percepatan pengisian itu dan diproseslah di Baperjakat. Setelah itu kita buka data. Dan setelah matang kita laporkan ke Pak Bupati dan Pak Wabup. Dan ternyata Pak Wabup gak bisa karena tempuk (benturan) dengan kegiatan lain," tandas Zaini.
Sementara itu, saat pelantikan, tiga pejabat eselon II yang dirotasi, yakni Heri Susanto yang semula Asisten I Tata Pemerintahan dan Kesra, kini menjabat Kepala Bappeda.
Lalu Kadis Koperasi dan Usaha Mikro, kini menjabat Asisten I Tata Pemerintahan dan Kesra. Sedangkan Kadispendukcapil, Medi Yulianto dimutasi sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip. (sta/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




