Jumat, 07 Agustus 2020 23:08

​Ketua MUI Jatim: Saya Pimpin Doa di Istana, Ditegur Kiai Tholchah Hasan

Jumat, 03 Januari 2020 16:00 WIB
Editor: MA
​Ketua MUI Jatim: Saya Pimpin Doa di Istana, Ditegur Kiai Tholchah Hasan
KH Abdusshomad Buchori, Ketua MUI Pusat Bidang Komisi Dakwah yang juga Ketua MUI Jawa Timur. foto: BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori menegaskan bahwa rakyat rusak akibat penguasa rusak. Sedang penguasa rusak karena ulama rusak.

Lalu kenapa ulama rusak? “Karena senang kedudukan tinggi dan (senang) harta,” kata Kiai Abdusshomad Buchori mengutip pendapat Hujjatul Islam Imam Ghazali, dalam acara “Dialog Jumat” di Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) Gayungan Surabaya, Jumat (3/1/2020).

Pernyataan Kiai Abdusshomad Buchori itu dilontarkan menjawab pertanyaan salah seorang jamaah salat Jumat dalam acara “Dialog Jumat” di Masjid Al-Akbar Surabaya. Acara “Dialog Jumat” rutin diadakan sehabis salat Jumat untuk memperdalam materi khutbah khotib. Semua khotib salat Jumat di MAS harus selalu siap tanya jawab dengan jamaah usai salat Jumat.

“Pak Kiai, kita disuruh berbuat baik, tapi bagaimana dengan kiai yang tidak baik?,” tanya salah seorang jamaah. Kiai Abdusshomad Bukhori pun menjawab dengan mengutip pendapat Imam Ghazali. “Ini pelajaran tasawuf yang tak perlu dipertentangkan,” kata Kiai Abdusshomad Buchori.

Kiai Abdusshomad Buchori lalu bercerita bahwa ia pernah beberapa kali diminta mimpin doa di Istana Negara. “Saya ini kan Ketua MUI Pusat bidang Komisi Dakwah,” katanya. 

Suatu ketika, tutur dia, ia mimpin doa di Istana Negara. Dalam doa ia mendoakan semua pemimpin, termasuk pimpinan negara atau pejabat, agar dosanya diampuni dan diberi petunjuk agar menjadi pemimpin yang baik.

Isi doa Kiai Abdusshomad itu dipuji KH Tholchah Hasan, mantan Menteri Agama RI. Menurut Kiai Tholchah, materi doa Kiai Abdusshomad sangat bagus. “Pokoknya hebat lah,” katanya.

Tapi Kiai Tholchah Hasan juga protes atau menegur Kiai Abdusshomad Buchori karena dalam materi doa itu sama sekali tak menyebut ulama. “Kok gak mendoakan ulama, kok hanya pejabat yang didoakan,” tegur Kiai Tholchah Hasan seperti ditirukan Kiai Abdusshomad Buchori.

Kiai Abdusshomad tersenyum. Ia sadar, ulama juga manusia biasa yang bisa berbuat baik dan berbuat buruk.

Jadi wajar jika Imam Ghazali menyebut bahwa penguasa rusak akibat ulama yang rusak, karena ulamanya cinta kedudukan tinggi dan harta. Dengan demikian penguasa tak ada yang mengontrol secara positif konstruktif. (tim)  

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...