Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansan menerima cindaramata dari Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi usai memberikan pengarahan Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam V/Brawijaya Tahun 2020 di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya Surabaya, Selasa (10/3). foto: istimewa/ bangsaonline.com
Lebih lanjut disampaikannya, ini pada dasarnya implementasi tiga pilar strategis di jajaran pemerintahan daerah baik provinsi, kabupaten/kota. Tiga pilar strategis memang harus terkonsolidasikan dari berbagai dinamika yang muncul, serta kesiapan-kesiapan apa yang akan menjadi agenda di masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga mengingatkan kepada para peserta Rapim bahwa pada tahun 2020 ini akan dilaksanakan Pemilukada serentak pada 19 kabupaten/kota di Jatim.
Mantan Mensos di Era Presiden Jokowi mengatakan, dirinya bersama bupati/walikota terus melakukan antisipasi. Begitu juga dari jajaran Polda Jatim telah melakukan Rakor, saat ini jajaran Kodam V/Brawijaya juga melakukan Rapim. Semua hal ini dilakukan antara lain untuk mempersiapkan pelaksanaan Pemilukada Serentak yang aman damai dan kondusif.
“Hari ini Rakor di jajaran Kodam, sebelumnya Rakor di jajaran Polda Jatim. Dan dirinya bersama bupati/walikota sama-sama melakukan antisipasi. Juga dengan elemen strategis lain juga disampaikan tolong Jaga Jawa Timur, tolong jaga demokrasi agar berjalan kondusif dan berkualitas,” pungkasnya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, hubungan komunikasi dan sinergitas TNI Polri luar biasa di Jatim. Pengamanan kegiatan besar berjalan dengan baik dengan adanya hubungan yang baik TNI Polri.
Dijelaskan, sinergitas merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan khususnya menjelang Pemilukada Serentak 2020. Dalam rangka mengamankan Pemilukada akan melibatkan sebanyak 16.634 personil Polri dan 6.252 personil TNI.
Kapolda Jatim berharap sinergitas tetap dijaga dan ditingkatkan karena situasi ke depan lebih berat. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




