Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan, Wagub Sidak Terminal Kota Batu

Pastikan Layanan Publik Tetap Jalan, Wagub Sidak Terminal Kota Batu Wagub Emil Dardak saat mencoba cuci tangan yang tersedia di area Terminal Batu.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Guna memastikan bahwa tempat layanan publik tetap berjalan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Kota Batu di Jalan Dewi Sartika, Selasa (17/3).

Dalam sidaknya, wagub didampingi Kadishub Provinsi Jatim Dr. Nyoto, S.T. M.T., Wawali Kota Batu, Ir. H. Punjul Santoso, dan Kadishub Kota Batu Susetyo Herawan.

"Kami menjalankan instruksi presiden, bahwa dalam kondisi seperti ini pelayanan publik harus tetap berjalan dengan baik. Ibu gubernur juga memerintahkan kita kerja keroyokan untuk memastikan layanan publik di Jatim tetap berjalan," ujar wagub.

Dalam sidak, wagub melihat proses penyemprotan tempat duduk di ruang tunggu terminal dan penyemprotan tempat duduk di salah satu bus yang hendak berangkat ke Jombang. Selain itu, wagub juga mencoba cuci tangan di wastafel yang ada di lokasi terminal.

"Tadi saya juga melihat adanya pengecekan suhu tubuh penumpang yang turun dari bus. Dan bagi para penumpang yang kedapatan suhu tubuhnya tinggi, di terminal ini juga sudah tersedia ruang kesehatan," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menggantungkan pada alat hand sanitizer. "Jika sudah berada di rumah, masyarakat cukup menggunakan alat cuci sabun. Hand sanitizer hanya bisa digunakan saat kepepet, semisal berada di area yang tidak ada tempat cuci tangannya," katanya.

Menurutnya, pemerintah menetapkan kondisi bencana nasional ini hingga 29 Mei, di mana saat momen lebaran tengah berjalan.

Pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta mengantisipasi penyebaran virus corona sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

Disinggung tentang dampak penutupan obyek wisata di Jawa Timur, termasuk di Kota Batu, wagub mengakui hal itu akan berimplikasi pada persoalan ekonomi.

"Kita tidak pungkiri, memang penutupan tempat wisata itu akan berdampak pada masalah ekonomi. Inilah sebabnya, kita berusaha agar momen ini bisa mengatasi persoalan ini secepatnya. Semakin cepat kita bergerak, maka akan semakin minim penularannya," ungkapnya.

"Dengan semakin dini kita bisa membatasi interaksi dengan masyarakat dengan jumlah banyak, maka penularan bisa diantisipasi dan bisa menurunkan tingkat risiko tertular," pungkasnya. (asa/ian)