Plt Kepala Dinkes Jember Dyah Kusworini, saat memberikan keterangan kepada awak media.
“Saya sampai di sini saja,” ujar Dyah sembari memberikan isyarat enggan membuka identitas pasien.
Terkait keluarga dari si pasien, juga ada yang teridentifikasi ODR. “Sehingga dilakukan pemantauan selama 14 hari, dan setelah melewati masa isolasi itu, akan dinyatakan sehat,” ujarnya.
Sementara untuk 242 yang teridentifikasi ODR, Dyah mengungkapkan 170 di aantaranya sudah dinyatakan sehat. “Sisanya masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.
Sedangkan untuk 16 orang dalam daftar ODP, akan terus dilakukan pemantauan. “Ada yang dari luar negeri, umrah, mahasiswa dari luar negeri, dan ada juga wartawan yang kemarin baru pulang dari luar negeri. Kami lakukan pemantauan selama yang bersangkutan sudah melaporkan,” ucapnya.
Dyah juga menambahkan, bahwa orang-orang yang masuk dalam daftar ODR dan ODP telah dikontrol kondisi kesehatannya oleh Puskesmas. "Dan juga telah diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah untuk mencegah penularan virus corona. Namun Puskesmas tetap melakukan pemantauan. Kami juga titip kepada keluarga masing-masing untuk menghubungi Puskesmas jika ada gangguan," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember Nurhasan membenarkan data yang dibuka oleh Plt Kadinkes Kabupaten Jember terkait penyebaran virus corona di wilayah Jember.
Pihaknya merekomendasikan Dinkes Jember untuk memperluas kriteria dalam penetapan ODR. "Jadi tidak hanya yang datang dari luar negeri, tapi juga yang datang dari Jakarta, Bali, Solo, kita tetapkan ODR virus corona," tegas legislator dari PKS ini. (ata/yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




