Ketiga tersangka komplotan jual beli mobil bodong di halaman Mapolres Gresik, kemarin. foto : shopii/HARIAN BANGSA
GRESIK (BangsaOnline) - Sindikat jual beli mobil bodong antar kota dengan modus memalsukan Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK), berhasil dibongkar jajaran Sat Reskrim Polres Gresik.
Tersangka yang berhasil ditangkap yakni Suwarji (37) warga Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam, Jombang, Agus Irawanto (36) warga Desa Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri, Jateng dan Ahamat Jainuri (40) warga Desa Klanting, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
BACA JUGA:
- Ratusan Personel Polres Gresik Dikerahkan di Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71
- Peluru Bersarang di Kaki Pelaku Curanmor 4 TKP Usai Melawan saat Dibekuk Anggota Polres Gresik
- Pimpin Upacara 1 Juni, Kapolres Gresik: Jangan Biarkan Pancasila Hanya Jadi Pajangan di Dinding
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolres Gresik Bacakan Amanat Kepala BPIP
Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti (BB) 7 lembar STNK palsu dan 4 mobil yakni Toyota Inova, Suzuki APV, Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza yang diduga hasil kejahatan.
Keberhasilan polisi membongkar sindikat jual beli mobil bodong berwal dari informasi bahwa ada transaksi jual beli mobil murah jenis Toyota Innova warna silver nopol S-817-WW di Rumah Makan Cemara yang berada di Jalan Raya Legundi Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo.
Toyota Innova rakitar tahun 2008 itu dijual dengan harga super miring sebesar Rp 67 juta oleh makelar mobil yakni tersangka Suwarji dan mengaku ada STNK. Padahal, harga pasaran Innova masih berkisar diatas Rp 200 juta.
"Hanya BPKB hilang," ujar salah satu petugas menirukan pengakuan Suwarji dalam pemeriksaan, kemarin.
Mobil dengan bodi kinyis-kinyis itu ditawarkan kepada Agus Irawanto yang juga makelar asal Desa Giriharjo Kecamatan Puhpelem, Wonogiri, Jateng.
Tawaran Suwarji itu membuat Agus Irawanto tertarik. Pria yang kos di Surabaya itu membuat janjian bertemu di Rumah Makan Cemara di Jalan Raya Legundi Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo. "Tunggu di rumah makan, ini aku mau lihat barangnya," jelas polisi yang menyamar.
Agus yang Irawanto ditengarai jaringan Suwarji itu lalu menghubungi pembeli berinisial TN yang sedang mencari mobil bodong.
"Ketika mereka transaksi dan sepakati harga Rp 80 juta langsung kami sergap," tukas Kapolres Gresik AKBP E. Zulpan dalam publik ekpos di Mapolres Gresik, kemarin.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




