Polindes yang digunakan untuk rumah isolasi mandiri di Desa Tentenan Timur Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Banyaknya warga rantau yang mudik, terutama dari daerah zona merah ke Pamekasan, membuat Satgas Covid-19 Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan berinisiatif menyiapkan lokasi karantina. Adalah polindes yang dijadikan sebagai rumah karantina mandiri bagi pemudik.
Bangunan Polindes Tentenan Timur disulap menjadi tempat isolasi mandiri bagi para perantau yang mudik, terutama yang datang daerah zona merah.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Menurut Farid Afandi, Kepala Desa Tentenan Timur, pihaknya menjadikan polindes untuk rumah isolasi bagi para pemudik sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona di desanya.
"Sebelum menempati rumah isolasi tersebut, para perantau akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Satgas Desa Covid-19 sesuai protap yang sudah dianjurkan oleh pemerintah," jelas Farid Afandi saat ditemui di Polindes setempat, Sabtu (11/04/20).
Ia mengatakan, pemeriksaan kesehatan itu meliputi pengecekan suhu tubuh. Selain itu, para pemudik juga diberikan masker sebelum menempati rumah isolasi.
"Ada 4 ruang kamar tidur, dapur, kamar mandi dan akan disediakan bahan pokok selama masa isolasi, yakni 14 hari bagi yang melakukan isolasi mandiri," ujar Kades.
Rumah isolasi ini memang disediakan untuk para perantau yang pulang, namun tidak mau menerima imbauan untuk isolasi mandiri di rumah, dan tetap berinteraksi dengan masyarakat.
"Kami tidak akan segan-segan menjemput paksa untuk dikantina di rumah isolasi yang diseduakan pemerintah desa," katanya.
"Mantinya kita tetap pantau kesehatan para perantau yang menempati rumah isolasi dan yang karantina mandiri di rumah masing-masing untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di Desa Tentenan Timur," pungkasnya. (yen)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




