Ilustrasi
Nah, saat melintas di depan Jalan Pencantingan Lor, Sekardangan, Unit Resmob melihat dua pemuda. Ciri-cirinya sama seperti keterangan DWF. Petugas menunggu waktu yang tepat. "Langsung kami amankan tanpa ada perlawanan," jelasnya.
Setelah diamankan, petugas bergegas mengambil keterangan dua bandit tersebut. Keduanya tak bisa mengelak. AA dan IR mengakui merampas motor DWF.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi menuturkan kedua pelaku menjalani pemeriksaan. Polresta terus mendalami kasus tersebut. "Masih penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.
Saat ini masih ada 11 teman AA dan IR lain yang belum tertangkap. Sumardji menuturkan polisi terus melakukan pencairan. "Secepatnya kami tangkap," jelasnya.
Pria asal Nganjuk itu menambahkan Polresta Sidoarjo tidak segan menindak bandit yang nekat melawan. Penjahat yang berulah bakal ditembak di tempat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sepulang ngopi, DKF dan lima orang temannya dikejar sembilan orang pelaku. Aksi kejar-kejaran itu berlangsung di jalan KH Mukmin hingga Jalan Sultan Agung. Pelajar salah satu SMP negeri itu dikepruk kentrung. Kepalanya robek. Dia mendapatkan tiga jahitan.
Di depan SPBU Mayjend Sungkono, ERK, teman DWF, yang mengendarai motor DKF terjatuh. Pelaku merampas motor Yamaha Jupiter nopol W 6799 RT tersebut. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




