Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat melakukan wawancara jarak jauh dengan pasien positif Covid-19 yang berhasil sembuh. (foto: ist)
Hal yang tak kalah menyedihkan, semua itu harus dijalani sendirian, sebab tidak boleh ada yang menjenguk. Bahkan keluarga pun tidak boleh ada yang mendekat.
“Pada saat pertama kali dinyatakan positif, rasanya down dan sedih yang mendalam. Tapi Alhamdulillah, karena dukungan keluarga dan juga petugas medis yang selalu memberikan dukungan dan semangat, maka saya jadi optimis untuk sembuh,” kenang pasien.
Sampai akhirnya, ia betul-betul sembuh dan keluar dari rumah sakit. Dalam wawancara jarah jauh tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kediri dan jajaran Pemkot Kediri, serta semua tenaga medis yang sudah merawatnya.
Menurutnya, pemkot juga memberi perhatian pada keluarga dan masyarakat di Kelurahan Balowerti, tempatnya tinggal sehingga membuat lebih tenang.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberi semangat kepada pasien yang dinyatakan positif untuk tetap semangat dan tidak stres. “Ikuti anjuran dokter, hindari melihat berita yang tidak perlu, misalnya tentang Corona, dan husnudzon kepada Allah,” pesannya.
Kepada masyarakat Kota Kediri pada umumnya, ia berpesan untuk mencegah rantai penularan Covid-19 ini, agar terus mengikuti anjuran pemerintah. Menggunakan masker, cuci tangan, phisycal distancing, dan menjalankan pola hidup sehat. Tetap waspada, tapi tak perlu takut berlebihan,” pesan pasien mengakhiri wawancara dengan Wali Kota Kediri itu.
Sementara itu, Wali Kota Kediri memuji perjuangan masyarakat Balowerti, khususnya dalam hal tolong menolongnya. "Saya acungi jempol untuk masyarakat di sana atas kebersamaannya,” katanya. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




