NGAWI, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi langsung melakukan rapid test pada sejumlah warga Ngawi yang datang dari Temboro, Magetan. Hasilnya, ada 11 orang yang reaktif Covid-19 dari hasil rapid test tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Ngawi, Budi Sulistyono. Ia mengatakan, 11 orang yang reaktif itu harus menjalani karantina mandiri.
BACA JUGA:
- Gegerkan Warga Karangasri, Jasad Lansia Ditemukan Mengambang di Sungai Bengawan Madiun
- Angka Putus Sekolah di Ngawi Tembus 730 Siswa, Mayoritas Pelajar Kelas 8 SMP
- Kaca Depan Pecah dan Sopir Terluka, 3 Pelajar Pelempar Bus Ditangkap di Padas Ngawi
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
"Hari ini (24/4) mereka baru diambil tes swab. Karena dari rapid test dinyatakan positif, makanya mereka harus diisolasi mandiri terpisah dengan yang lain," jelas bupati yang akrab disapa Kanang ini.
Ia menjelaskan bahwa, rapid test merupakan screening awal. Sehingga meski hasilnya positif, masih diperlukan swab test untuk memperjelas apakah penderita tersebut telah benar-benar terpapar atau belum.
Lanjut Kanang, sampai saat ini 11 orang yang dinyatakan reaktif tersebut nampak segar dan sehat tanpa ada keluhan sakit. "Untuk sebelas orang itu termasuk OTG (orang tanpa gejala), makanya harus dilakukan isolasi mandiri secara ketat hingga hasil swab turun," terang Budi.
Dengan adanya 11 orang yang dinyatakan positif tersebut, Dinas Kesehatan melakukan tracing terhadap orang-orang yang mempunyai riwayat kontak dengan 11 orang yang dinyatakan reaktif tersebut.
Sewaktu dikonfirmasi tentang jumlah warga yang terkait dengan klaster Temboro, Budi mengatakan belum bisa menjawabnya. "Jadi warga Ngawi yang terkait dengan Temboro ini masih belum jelas," pungkasnya. (nal/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




