KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Manajemen Persik Kediri memberikan masukan penting soal kelanjutan kompetisi Liga 1 2020. Dalam korespondensi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Persik menyampaikan empat poin usulan yang sudah dikirim ke operator liga tersebut, pada Jumat lalu (1/5).
Usulan kepada PT LIB itu menindaklanjuti surat nomor 182/LIB-COR/IV/2020 tentang Korespondensi Tindak Lanjut Status Kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020.
BACA JUGA:
- Persik Kediri Libur Latihan 10 Hari saat Idulfitri 1447 H
- Mbak Wali Beri Dukungan Langsung Laga Persik Kediri Vs PSBS Biak di Stadion Brawijaya
- Tutup Tahun 2025 dengan Poin Penuh, Persik Kediri Tekuk Persis Solo 2-1
- Belajar dari Kekalahan Laga Sebelumnya, Persik Kediri Siap Hadapi Persis Solo di Stadion Brawijaya
Presiden Klub Persik, Abdul Hakim Bafagih mengatakan, ada empat masukan yang disampaikan. Yang pertama, Persik setuju dengan penghentian Liga 1 2020. Pertimbangannya, mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) No. 12/2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam dan Surat Keputusan (SK) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) No. 13.A/2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Pandemi.
“Kami juga mempertimbangkan krisis ekonomi global yang terjadi di semua negara,” kata Abdul Hakim, Minggu (3/5).
Dengan kondisi tersebut, Abdul Hakim meminta PSSI untuk membuat payung hukumnya. “Sebagai federasi sepak bola tanah air, PSSI wajib memberikan perlindungan hukum. Jangan sampai ada persoalan antara pemain dan pelatih dengan klub,” ucapnya.
“Kemudian, PT LIB sebagai operator liga bisa merealisasikan pembayaran subsidi kepada klub. Pasalnya, pada Maret 2020, aktivitas klub sudah penuh. Jadi wajar apabila klub menuntut pembayaran tersebut. Apalagi klub merupakan pemilik saham di LIB,” terangnya.
Terakhir, manajemen Persik juga mengusulkan kepada PSSI dan PT LIB agar merumuskan bersama seluruh klub tentang status transfer pemain. Alasannya, agar semua stakeholder merasakan win-win solution atas keputusan tersebut.
"Dengan masukan tersebut, kami mengharapkan PSSI dan PT LIB mempertimbangkannya. Sebab, pada intinya Persik menginginkan kompetisi digelar kembali dengan persiapan yang matang," pungkas Abdul Hakim. (uji/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




