Sidiq mengatakan, untuk lokasi pembuangan limbah pengolahan karet itu ada dua titik aliran yang berjarak kurang lebih 50 meter dari rumahnya.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Usulkan Relokasi Huntap di Atas Lahan PTPN XII Bagi Korban Banjir Banyuwangi
"Ya itu sudah, kelihatan bekas limbahnya, warna putih dan ada kayak lengket-lengket gitu. Itu bertahun-tahun sudah. Padahal sungai ini ya dibuat cuci-cuci, dan mandi, bahkan buang air, karena warga sini mayoritas belum punya toilet," ujarnya mengeluh.
Limbah cair sisa pengolahan karet itu, katanya, setiap hari dialirkan begitu saja ke sungai. "Biasanya pagi-pagi sekali, terus sampai sore hari biasanya. Setahu saya kalau diolah limbahnya, tidak ada putih-putih dan baunya tidak menyengat gitu. Tapi ini jelas dibuang begitu saja," tukasnya.










