Kontainer uji swab. Bantuan itu dari BNPB. Awalnya, truk tersebut hendak diletakkan di depan Pasar Taman. Namun, karena akses yang sempit, kendaraan tersebut diparkir di GOR Delta Sidoarjo.
Banyaknya warga yang tidak mengikuti rapid test, dinilai Sumardji hal yang wajar. Sebab, sebagian warga belum mendapatkan pemahaman. Ketika hasil rapid test reaktif, belum tentu positif Covid-19. Masih ada satu uji lagi, yakni swab test. "Warga membutuhkan edukasi," katanya.
Dari hasil rapid test 140 orang tersebut, ditemukan sebanyak 9 orang yang reaktif. Petugas tidak merinci data tersebut, selanjutnya warga yang reaktif diminta melakukan isolasi mandiri.
Menurut Sumardji, hasil rapid test itu menjadi acuan bahwa masih ada warga yang berpotensi tertular Covid-19. Nah, sebagai tindak lanjut, hari ini Polresta Sidoarjo mengerahkan mobil swab test (uji usap). "Kami gelar swab test di Wonocolo," ujarnya.
Selain itu, Polresta Sidoarjo juga mendapatkan bantuan kontainer uji swab, bantuan itu dari BNPB. Awalnya, truk tersebut hendak diletakkan di depan Pasar Taman. Namun, karena akses yang sempit, kendaraan tersebut diparkir di GOR Delta Sidoarjo.
Sumardji menerangkan, kontainer itu mampu menggelar uji swab serempak. Kapasitasnya 500 hingga 1.000 orang. Truk itu dilengkapi dengan 12 tenaga ahli serta dua alat PCR. "Yang positif kami tempatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP)," terang pria asal Nganjuk itu.

Usai menggelar rapid test, seluruh area di Pasar Taman disemprot disinfektan. Mulai dari kios, lapak, hingga jalan.
Sementara itu, Kabid Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Nawari mengatakan bahwa rapid test terus digelar di pasar. Tercatat, empat pasar yang sudah menggelar uji cepat, yakni Pasar Larangan, Porong, Krian, dan Taman.
"Kurang satu di Wadungasri. Kami masih merancang jadwalnya," pungkasnya. (cat/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




