Acara pelantikan Sekda dan 7 Pimpinan Tinggi Pratama Pemkot Pasuruan, beberapa waktu lalu. (foto: SUPARDI/ BANGSAONLINE)
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Setelah Rudiyanto A.P., M.M., dilantik sebagai Sekda Kota Pasuruan, Minggu (31/5/2020) lalu, sejumlah rumor tidak sedap muncul di kalangan ASN Pemkot Pasuruan. Rumor yang beredar itu menyebut kalau Rudiyanto akan membuat format, bahwa alumni IPDN harus menduduki jabatan strategis di Pemkot Pasuruan.
Tudingan ini disampaikan salah satu ASN di Pemkot Pasuruan alumnus IPDN/STPDN. Menurutnya, penempatan pejabat alumni IPDN/STPDN itu, demi meningkatkan kinerja. Sebab, pejabat alumni IPDN/STPDN dinilai lebih mumpuni.
BACA JUGA:
- Wali Kota Pasuruan Minta Masyarakat Teladani Nabi Ibrahim saat Peringati Idul Adha 2026
- TP PKK Kota Pasuruan Dorong Budaya Hidup Sehat dan Siaga Bencana
- Ikut Rakor TPID, Wali Kota Pasuruan Bahas Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 2026
- Wakil Wali Kota Pasuruan Ajak Generasi Muda Waspada Bahaya Narkotika
"Jika dari IPDN, secara administrasi akan lebih menguasai dibandingkan ASN non-IPDN," katanya.
"Akibat formula Sekda, sekarang sudah mulai muncul kesenjangan antara ASN lulusan IPDN dan ASN non-IPDN. Bahkan, sudah tidak lagi mengenal senioritas, dan tak lagi mengedepankan adat ketimuran," ujar sumber yang tak mau disebut identitasnya itu.
Sementara itu, Sekda Kota Pasuruan Rudiyanto, serta Plt. Wali Kota Pasuruan Raharto Teno belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Saat didatangi di kantor pemkot, keduanya tidak ada di tempat. Menurut satpam penjaga portal di pintu masuk perkantoran Pemkot Pasuruan, sebelum azan salat Jumat, kantor sudah sepi. (par/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




