Skenario Pilbup Gresik 2020: Duet Yani-Alif, Qosim-Alif, atau Qosim-Anha

Skenario Pilbup Gresik 2020: Duet Yani-Alif, Qosim-Alif, atau Qosim-Anha Ilustrasi

Noto menambahkan, bahwa saat ini rakyat sudah sangat cerdas untuk memilih dan memilah figur yang mereka harapkan menjadi pemimpin untuk lima tahun ke depan.

"Monggo, siapa pun figur yang nanti direkom DPP dan menang pada karena yang dikehendaki masyarakat, mari didukung. Semua untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat. Bukan untuk kelompok tertentu," pungkasnya.

Senada, Ketua DPC PPP Gresik, Achmad Nadlir menegaskan kondisi politik di Gresik saat ini masih dinamis. "Kalau memang ada skenario seperti itu ya sah-sah saja secara politik," katanya.

Nadlir juga menyatakan, saat ini belum satu pun DPP parpol yang menurunkan rekom untuk pasangan calon. "Hingga saat ini loh belum ada rekom yang turun. Ya kalau mau menata figur untuk berpasang-pasangan, ya tunggu rekom DPP parpol turun, terus membangun koalisi," jelas Nadlir.

PPP sendiri, kata Nadlir, juga belum bisa memastikan siapa figur yang akan diperjuangkan pada . "Kami juga masih menunggu rekom DPP PPP turun, " pungkasnya.

Sekadar diketahui, dari delapan parpol yang memiliki kursi di DPRD Gresik, sampai saat ini belum ada yang mendeklarasikan pasangan calon, maupun sekadar meresmikan koalisi.

Kedelapan parpol tersebut adalah, PKB dengan 13 kursi, Gerindra dengan 8 kursi, Golkar dengan 8 kursi, PDIP dengan 6 kursi, Nasdem dengan 5 kursi, Demokrat dengan 4 kursi, serta PPP dan PAN masing-masing dengan 3 kursi. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO