Karmiadi sedang menunjukan wayang kertas hasil tatahannya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Karmiadi (65), perajin wayang di Kabupaten Kediri ternyata juga merasakan dampak pandemik Corona. Lebih-lebih saat lebaran kemarin, warga Dusun Mulyoasri, Desa Bogo Kidul, Kecamatan Plemahan ini mengaku wayang buatannya tidak laku sama sekali.
Seiring dengan akan diterapkannya new normal, Karmiadi mulai bangkit. Beberapa wayangnya telah terjual lagi. Bahkan mulai banyak pesanan untuk membuat wayang.
BACA JUGA:
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
Karmiadi juga bisa menggelar dagangan wayangnya lagi di tempat mangkalnya sekitar Simpang Empat Bogo, Plemahan.
Ia mengaku, sebelum wabah Corona, bisa menjual 40-50 biji wayang berbagai jenis dalam sebulan. Namun sejak marak kasus Corona di Kabupaten Kediri, tak ada satu pun yang membeli karya-karyanya.
"Kalau sekarang, ya sudah mulai ada lagi lah. Selama Corona itu saya tidak jualan, ya tidak ada penghasilan. Kurang lebih sudah ada dua bulan tidak berjualan," kata Karmiadi, Minggu (28/6).
Masih menurut Karmiadi, ada tiga jenis wayang yang ia buat sekaligus dijual. Yakni wayang kertas, wayang kulit, dan wayang talang. Ketiga jenis wayang itu berbeda-beda harganya, termahal wayang kulit dan termurah wayang kertas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




