Bangunan SPPG Yayasan Yayasan Arriyadl Darunnajah. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Arriyadl Darunnajah di Desa Keling, Kecamatan Kepung, menjadi sorotan. Isu yang mencuat meliputi pengunduran diri staf akuntan serta kelengkapan administrasi operasional dapur.
Seorang staf akuntan berinisial RKA (24), menyatakan pengunduran terjadi setelah menerima Surat Keputusan (SK) penugasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) pada akhir Januari 2026.
"Saya menerima SK (melalui e-email) pada hari Kamis, namun pada Jumat malam ada komunikasi terkait pengunduran diri. Saya juga sudah mendatangani surat pengunduran diri saya itu," akunya.
Ia menyatakan ingin tetap bekerja, namun akhirnya bersedia menandatangani surat pengunduran diri. Selain itu, warga menyoroti kelayakan operasional dapur SPPG, terutama terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Padahal, layanan gizi untuk murid sudah berjalan sejak 26 Januari 2026. SLHS diperlukan untuk menjamin keamanan pangan, sedangkan IPAL penting menjaga lingkungan sekitar.
Sementara itu, Bayu Afrizal selaku Kepala SPPG menegaskan proses pengunduran diri staf dilakukan melalui musyawarah.
"Kami telah mengedepankan musyawarah. Yang bersangkutan telah menyatakan kesediaannya untuk mundur dan proses tersebut berlangsung secara komunikatif," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan hak gaji dan kompensasi telah dipenuhi sesuai ketentuan. Bayu juga memastikan perizinan operasional sedang diproses.
"Untuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) saat ini sedang dalam proses penyelesaian, sedangkan untuk fasilitas IPAL kami pastikan sudah berjalan dengan baik," pungkasnya. (uji/mar)








