Wabup Qosim ketika menemui perwakilan pendemo. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Desa Roomo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik menggelar aksi demo di halaman kantor pemkab setempat, Selasa (7/7). Mereka mendesak Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membubarkan Badan Permusyawaratan Desa (BPB).
Selamet Uman, salah satu perwakilan massa, mengatakan pihaknya menyampaikan tuntutan tersebut karena selama ini Kepala BPD Roomo Nur Hasyim bersama anggotanya telah memboikot program-program desa. Tak satu pun program yang diusulkan oleh Kepala Desa (Kades) bisa terealisasi.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Lantik Kades Wadak Kidul PAW, Ingatkan soal Desa Antikorupsi
- Bumdes Wadak Kidul Gresik Masuk 20 Besar Terbaik Nasional di Ajang Desa BRILiaN 2025
- PKDI Gresik Bersama Polres Sepakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
- Semarakkan HUT ke-80 RI, Warga RW 14 Desa Banjarsari Gelar NaturaNite Kenalkan Warisan Leluhur
"Kondisi ini berdampak terhadap dana bantuan keuangan (BKU) dari Pemkab Gresik berupa dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tak bisa cair. Sehingga, semua program desa berhenti. Kami minta agar BPD Roomo dibubarkan," ujar Selamet Uman.
Dikatakan dia, bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) dampak pandemik Covid-19 juga tak cair karena BPD tak mau teken. "Sehingga, warga penerima manfaat tak bisa menerima BLT DD," ungkap mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Roomo ini.
Menurut dia, kondisi keuangan Desa Roomo sangat memprihatinkan selama enam bulan terakhir ini. "Untuk membayar tagihan listrik dari PLN tak bisa. Sambungan listrik ke balai desa berkali-kali diputus, disegel lantaran tak bisa membayar," ungkapnya.
Khudlori, warga Desa Roomo lainnya mengungkapkan, saat ini masyarakat terpaksa iuran untuk memenuhi kebutuhan. "Perangkat juga tak dibayar lantaran tak ada uang," keluhnya.
"Kondisi ini karena ulah Ketua BPD Nur Hasyim dan kawan-kawan. Untuk itu, saya minta Ketua BPD Nur Hasyim dan anggota BPD dibubarkan. Kami minta segera SK pergantian antarwaktu (PAW) diterbitkan," tuntutnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




